Ansori Ansori (1), Bambang Sugiri (2), Nurini Aprilianda (3), Setiawan Noerdajasakti (4)
General Background: Corruption is an extraordinary crime requiring effective legal measures. Specific Background: In Indonesia, accomplices in corruption crimes receive the same punishment as principal offenders, raising concerns about fairness. Knowledge Gap: Current laws do not differentiate culpability levels, leading to potential injustices. Aims: This study examines the proportionality of sentencing norms for accomplices in corruption cases. Results: Findings show that equal sentencing contradicts proportional justice and creates legal inconsistencies. Novelty: The study highlights conflicts between the Anti-Corruption Law and the Criminal Code, advocating for reform. Implications: Policy adjustments are needed to align sentencing with justice principles, ensuring fairness in anti-corruption enforcement.
Highlights:
Keywords: Proportionality, Accomplices, Offence
N. R. Yunus, L. Nasution, S. Romlah, and S. Nurhalimah, “Corruption as an Extra-Ordinary Crime: Elements and Eradication Efforts in Indonesia,” Journal of Creativity Student, vol. 6, no. 2, pp. 131–150, 2021.
M. E. Simanjuntak, “Mutual Legal Assistance: Kerjasama Internasional Pemberantasan Korupsi,” Masalah-Masalah Hukum - E-Journal UNDIP, vol. 42, no. 1, pp. 131–138, 2013.
A. Duff, “Crimes Against Humanity and Hostes Generis Humani,” Netherlands Journal of Legal Philosophy, vol. 47, no. 2, pp. 138–148, 2018.
Komisi Pemberantasan Korupsi, Komitmen Indonesia Pada United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) Dan G20 Anti-Corruption Working Group (ACWG) Tahun 2012–2020, Jakarta, Indonesia, 2020, pp. 116.
F. Wahyuni, Dasar-Dasar Hukum Pidana di Indonesia, Tangerang Selatan, Indonesia: PT Nusantara Persada Utama, 2017, pp. 42–43.
Mudzakkir, “Analisis Atas Mekanisme Penanganan Hukum Terhadap Tindak Pidana Kesusilaan,” Laporan Akhir Penulisan Karya Ilmiah, Yogyakarta, Indonesia: Kementerian Hukum dan HAM RI Badan Pembinaan Hukum Nasional, Nov. 2010, pp. 17.
Nursya, Beberapa Bentuk Perbuatan Pelaku pada Tindak Pidana Korupsi (Menurut Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi), Jakarta, Indonesia: Alumgadan Mandiri, 2020, pp. 6.
M. Nizar, Amiruddin, and L. Sabardi, “Ajaran Kausalitas Dalam Penegakan Hukum Pidana (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 498 K/PID/2016),” Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, vol. 7, no. 1, 2019.
L. Marpaung, Asas-Teori-Praktik Hukum Pidana, Jakarta, Indonesia: Sinar Grafika, 2005, pp. 90.
Verawaty, “Analisis Hukum Terhadap Penerapan Hukum Tindak Pidana Pembantuan Dalam Tindak Pidana Korupsi Studi Kasus Putusan MA Nomor: 2166 K/Pid.Sus/2021,” Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum, vol. 11, no. 1, pp. 123–134, 2024.
E. O. S. Hiariej, “Percobaan dan Pembantuan dalam Delik Korupsi,” Media Indonesia, 2019. [Online]. Available: https://mediaindonesia.com/opini/254394/percobaan-dan-pembantuan-dalam-delik-korupsi. [Accessed: Feb. 2, 2025].
R. Saleh, Perbuatan Pidana dan Pertanggung Jawaban Pidana: Dua Pengertian Dasar dalam Hukum Pidana, Jakarta, Indonesia: Aksara Baru, 2019, pp. 80.
L. Hakim, Asas-Asas Hukum Pidana, Sleman, Indonesia: Deepublish, 2019, pp. 48.
P. A. F. Lamintang and F. T. Lamintang, Dasar-Dasar Hukum Pidana di Indonesia, Jakarta, Indonesia: Sinar Grafika, 2014, pp. 667.
R. Saleh, Perbuatan Pidana dan Pertanggung Jawab Pidana, Jakarta, Indonesia: Aksara Baru, 1981, pp. 167.
Z. R. Dewantary, “Teori Pemidanaan yang Dianut di Indonesia,” Hukum Online, 2024. [Online]. Available: https://www.hukumonline.com/klinik/a/teori-pemidanaan-yang-dianut-di-indonesia-lt674e50ca59f0e/. [Accessed: Feb. 6, 2025].
M. Ali, “Proporsionalitas dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana,” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, vol. 25, no. 1, pp. 137–158, 2018.
C. Beccaria, Perihal Kejahatan dan Hukuman, Translated by Wahmuji, Yogyakarta, Indonesia: Genta Publishing, 2011.
C. R. Ramadhan, “Teori Pilihan Rasional untuk Memahami Koruptor di Indonesia,” Integritas: Jurnal Antikorupsi, vol. 9, no. 2, pp. 171–182, 2023.
A. Sofyan, “Penerapan Asas Proporsionalitas dalam Penjatuhan Pidana terhadap Pelaku Tindak Pidana,” Jurnal UGJ Hukum Responsif, vol. 15, no. 2, pp. 288–294, 2024.